Kemenperin Kunjungi Frogs Indonesia untuk Pemetaan IKM Drone di DIY
BANTUL – Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian melakukan kunjungan ke Frogs Indonesia pada Jumat (6/2). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pemetaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) drone di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sekaligus meninjau potensi pengembangan industri drone di wilayah tersebut.
Rombongan Ditjen IKMA dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita, didampingi Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Dini Hanggandari serta Direktur Industri Aneka Reny Meilany. Sejumlah pejabat teknis Ditjen IKMA yang membidangi elektronika dan industri aneka turut serta dalam kunjungan tersebut.
Kunjungan diterima langsung oleh Asro Nasiri selaku Direktur Frogs Indonesia bersama tim di Kantor Frogs Indonesia yang berlokasi di Bantul. Dalam kesempatan tersebut, Frogs Indonesia memperkenalkan profil perusahaan sebagai pelaku manufaktur drone yang terus mengembangkan inovasi serta meningkatkan kapasitas produksi.
Ditjen IKMA juga meninjau langsung proses produksi dan perakitan drone, mulai dari tahap desain, pengendalian mutu (quality control), hingga kesiapan fasilitas produksi. Peninjauan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kemampuan industri drone di daerah.
Selain peninjauan fasilitas, diskusi juga dilakukan untuk membahas peluang penguatan ekosistem industri drone nasional, termasuk tantangan yang dihadapi pelaku industri di lapangan. Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi penguatan rantai pasok komponen, peningkatan daya saing produk dalam negeri, serta peluang sinergi untuk mendorong pengembangan industri secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA), Reni Yanita mengatakan, pemetaan IKM drone di DIY dilakukan untuk mengidentifikasi kapasitas produksi, kesiapan teknologi, serta kebutuhan pelaku industri. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan dan penguatan industri ke depan.
“Lewat kunjungan ini kami ingin melihat langsung, industri drone di DIY ini kekuatannya ada di mana dan kebutuhannya apa. Dari situ nanti kami bisa susun program yang lebih tepat, misalnya untuk peningkatan kapasitas produksi, penguatan standardisasi, sampai pengembangan pasar untuk produk drone dalam negeri,” kata Reni.
Di sisi lain, Direktur Frogs Indonesia, Asro Nasiri menilai pemetaan industri drone menjadi langkah penting untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha. “Pemetaan ini penting agar pemerintah punya gambaran kondisi industri drone di lapangan. Harapannya, ke depan dukungan bisa semakin kuat, baik dari sisi pengembangan teknologi, peningkatan produksi, maupun akses pasar,” ujarnya.
Pemanfaatan drone atau unmanned aerial vehicle (UAV) sendiri kini semakin berkembang di berbagai sektor. Karena itu, dukungan terhadap penguatan industri drone nasional menjadi semakin penting, baik dalam aspek teknologi, kapasitas manufaktur, maupun pengembangan ekosistem. Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekosistem drone yang berdaya saing dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga: