Frogs Indonesia Gandeng PTDI, Garap Drone Nasional untuk Pasar Ekspor
Singapore – PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (Frogs Indonesia) resmi menjalin kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan, produksi, dan pemasaran drone untuk pasar ekspor. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan pada hari kedua pelaksanaan Singapore Airshow 2026, Rabu (4/2/2026), di booth PTDI A-L31.
Dalam kesempatan tersebut, MoU ditandatangani oleh CTO Frogs Indonesia Rahman dan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Moh Arif Faisal, serta disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan.
Melalui kesepakatan ini, Frogs Indonesia dan PTDI sepakat bekerja sama dalam produksi, penguatan teknologi, serta riset dan pengembangan sistem drone. Kerja sama ini juga membuka peluang promosi dan pemasaran untuk pasar ekspor.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, PTDI akan memberikan dukungan melalui pemanfaatan fasilitas manufaktur, penguatan pengembangan sistem, serta akses jejaring pemasaran internasional. Dukungan ini mencakup peluang sinergi dengan KBRI di sejumlah negara yang membutuhkan pemanfaatan drone, khususnya pada sektor pertanian dan peternakan.
Menanggapi kerja sama tersebut, Chief Technology Officer (CTO) Frogs Indonesia, Rahman, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan drone nasional sekaligus membuka peluang ekspor.
“Dukungan PTDI sangat strategis, mulai dari fasilitas manufaktur, penguatan pengembangan sistem, sampai akses jejaring pemasaran internasional. Kami optimis kerja sama ini bisa menghasilkan platform drone yang lebih siap operasional dan kompetitif, terutama untuk kebutuhan sektor pertanian dan peternakan,” ujar Rahman.
Hal tersebut turut ditegaskan oleh Moh Arif Faisal, yang menyatakan PTDI berkomitmen mendukung kolaborasi pengembangan drone nasional agar lebih cepat siap operasional serta memenuhi standar internasional.
“PTDI menyediakan fasilitas produksi, dukungan teknis, dan integrasi sistem yang memungkinkan drone nasional lebih cepat siap operasional dan memenuhi standar internasional,” katanya.
Selain fokus pada produksi dan teknologi, kerjasama ini juga menakankan pengembangan platform drone yang dapat digunakan untuk beragam aplikasi, mulai dari pengawasan wilayah, pemetaan, hingga dukungan operasi non-tempur, dengan keunggulan pada aspek aeronautika dan integrasi sistem.
Sebagai informasi, Singapore Airshow merupakan salah satu pameran kedirgantaraan dan pertahanan internasional paling berpengaruh di dunia yang menjadi wadah strategis bagi pemangku kepentingan industri untuk membangun aliansi dan kolaborasi global.
Momentum keikutsertaan dalam ajang tersebut dipilih sebagai langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus membuka peluang pasar ekspor, mengingat pameran ini mempertemukan pelaku industri, calon mitra, dan pemangku kepentingan internasional.