Kembali ke Jurnal
Jurnal 31 Oktober 2026 3 Min Read

Penguatan Industri Drone Nasional Masih Menghadapi Tantangan Komponen Impor

Penguatan Industri Drone Nasional Masih Menghadapi Tantangan Komponen Impor

Jakarta, 31 Oktober 2026 — Sejumlah komponen utama untuk produksi drone di Indonesia masih didatangkan dari luar negeri. Kondisi ini menjadi salah sat...

Jakarta, 31 Oktober 2026 — Sejumlah komponen utama untuk produksi drone di Indonesia masih didatangkan dari luar negeri. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan bagi manufaktur drone lokal, termasuk Frogs Indonesia, yang mengembangkan teknologi untuk berbagai kebutuhan industri.

CEO Frogs Indonesia, Adhitya Chandra, mengatakan perusahaan telah mengembangkan sejumlah komponen secara mandiri, termasuk sistem kendali penerbangan atau flight controller. Namun, beberapa komponen penting masih bergantung pada pasokan impor.

“Yang critical component aja: baterai, DC motor brushless, propeller, flight control. Tapi flight control aja kita sudah punya sekarang. Kita sudah bikin sendiri,” ujar Adhitya, (29/10)

Hsd

Adhitya juga menyebut Frogs telah mengembangkan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 66%. Menurutnya, penguatan manufaktur lokal masih membutuhkan dukungan industri komponen agar kebutuhan produksi dapat dipenuhi secara lebih mandiri.

Baterai menjadi salah satu komponen yang masih diimpor. Karena itu, Frogs Indonesia berharap pengembangan industri komponen dalam negeri dapat membuka peluang kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan manufaktur drone.

Penguatan rantai pasok tersebut sejalan dengan arah pengembangan industri nasional yang disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rahmat Pambudi. Dalam pidatonya pada pembukaan PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026, ia menekankan pentingnya kerja sama untuk membangun ekosistem industri dari hulu hingga hilir.

“Ekosistem kendaraan listrik tidak hanya dibangun oleh satu pihak saja. Untuk itu dari Bappenas kami mendorong dari hulu sampai ke hilir kita kerjakan bersama,” kata Rahmat, (29/10).

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan industri baterai, lokalisasi komponen, dan investasi agar pengembangan industri tidak berhenti pada pertumbuhan pasar, tetapi turut meningkatkan kemampuan produksi di dalam negeri.

Whats App Image 2026 10 31 at 10.15.22

Sementara itu, Setia Diarta dari Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menjelaskan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik perlu diikuti peningkatan kapasitas manufaktur nasional.

Dalam pidatonya, Setia menyebut target minimum TKDN kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda empat sebesar 40% hingga 2026, meningkat menjadi 60% pada periode 2027–2029 dan 80% mulai 2030.

“Peningkatan target ini sebenarnya mencerminkan tahapan pengembangan industri yang semakin dalam dan kita bergerak dari pengembangan pasar, penarikan investasi menuju peningkatan penggunaan baterai dan modul yang diproduksi di dalam negeri, hingga penguatan kemampuan produksi komponen utama, termasuk sel baterai di Indonesia,” ujar Setia, (29/10).

Whats App Image 2026 10 30 at 11.02.29

Target tersebut berlaku dalam konteks kebijakan kendaraan listrik. Meski demikian, penekanan pada penguatan manufaktur dan industri komponen memberikan konteks yang relevan bagi pengembangan sektor teknologi lain, termasuk drone.

Selain ketersediaan komponen, Adhitya menilai potensi pemanfaatan drone juga berkaitan dengan kebutuhan berbagai sektor. Sejak didirikan pada 2017, Frogs Indonesia mengembangkan drone untuk pertanian, pemetaan, pengawasan, kargo, hingga pembersihan gedung.

Pada sektor pertanian, drone dapat digunakan untuk pemetaan lahan, penyemprotan, dan pemupukan. Sementara itu, drone cleaning dikembangkan untuk membantu pekerjaan pembersihan di ketinggian.

Whats App Image 2026 10 30 at 11.02.31

Adhitya menyebut kebutuhan drone pertanian menjadi salah satu peluang pengembangan produk Frogs Indonesia, seiring pemanfaatannya untuk mendukung pekerjaan di lahan pertanian. Perusahaan juga telah memasok drone pertanian melalui pengadaan Kementerian Pertanian dalam beberapa tahun terakhir.

Pengembangan industri drone nasional membutuhkan dukungan pada dua sisi, yakni pasar yang dapat menyerap produk dan rantai pasok yang mampu memenuhi kebutuhan produksi. Keduanya menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan manufaktur lokal dan mengurangi ketergantungan pada komponen impor.

Frogs Indonesia berpartisipasi dalam PEVS 2026 dengan membawa drone pertanian dan drone cleaning. Pameran yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, ini mengusung tema The Future of Clean and Efficient Mobility dan menjadi ajang bagi pelaku industri untuk memperkenalkan inovasi serta menjajaki peluang kerja sama di bidang mobilitas dan teknologi terkait.


Bagikan Artikel

Butuh solusi untuk bisnis Anda?

Diskusikan kebutuhan Anda dengan tim ahli kami.

Hubungi Kami