Back to Journal
Journal 4 September 2026 4 Min Read

Mengenal Bird Strike pada Drone dan Cara Menghindarinya

Mengenal Bird Strike pada Drone dan Cara Menghindarinya

Saat mendengar istilah bird strike, banyak orang mungkin langsung membayangkan pesawat yang bertabrakan dengan burung. Namun, tahukah kamu bahwa kejad...

Saat mendengar istilah bird strike, banyak orang mungkin langsung membayangkan pesawat yang bertabrakan dengan burung. Namun, tahukah kamu bahwa kejadian serupa juga dapat menjadi risiko bagi drone?

Saat ini drone telah digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemetaan, inspeksi, pertanian, dokumentasi, hingga berbagai aktivitas profesional lainnya. Karena drone beroperasi di ruang udara terbuka, ada kemungkinan drone berinteraksi dengan lingkungan sekitar, termasuk satwa liar seperti burung.

Meskipun terlihat kecil, tabrakan antara burung dan drone dapat menyebabkan gangguan pada penerbangan, kerusakan komponen, hingga menghentikan aktivitas operasional.

Lalu, apa sebenarnya bird strike pada drone dan bagaimana cara menghindarinya?

Apa Itu Bird Strike?

Latam Birdstrike 1 980x689Foto: theedgecompany.net

Bird strike adalah peristiwa tabrakan antara burung dengan kendaraan udara yang sedang terbang. Pada pesawat, kejadian ini dapat terjadi ketika pesawat sedang lepas landas, terbang, maupun mendarat.

Hal serupa juga dapat terjadi pada drone. Ketika burung terbang mendekati drone dan terjadi benturan, bagian seperti baling-baling, body, kamera, maupun gimbal dapat mengalami kerusakan.

Tidak hanya kerusakan fisik, benturan dengan burung juga dapat mengganggu kestabilan drone. Dalam kondisi tertentu, drone bahkan dapat kehilangan kendali dan jatuh.

Mengapa Bird Strike Berbahaya bagi Drone?

Ukuran drone yang lebih kecil dibandingkan pesawat bukan berarti bebas dari risiko. Drone tetap memiliki komponen penting yang dapat terdampak ketika terjadi benturan dengan burung.

Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

1. Merusak Komponen Drone

Baling-baling menjadi salah satu bagian yang paling rentan terkena benturan karena berperan penting dalam menjaga drone tetap stabil di udara.

Selain itu, bagian lain seperti rangka drone, kamera, dan gimbal juga dapat mengalami kerusakan. Jika komponen tersebut terganggu, performa drone saat terbang dapat ikut menurun.

2. Mengganggu Kestabilan Penerbangan

Jika baling-baling mengalami kerusakan atau sistem penerbangan terganggu akibat benturan, drone dapat menjadi tidak stabil. Dalam kondisi yang lebih serius, operator dapat kehilangan kendali dan drone berisiko jatuh.

3. Menghambat Aktivitas Operasional

Bagi pengguna drone untuk kebutuhan profesional, insiden bird strike bukan hanya persoalan kerusakan perangkat. Penerbangan dapat terhenti sehingga kegiatan seperti pemetaan, inspeksi, pemantauan, atau penyemprotan harus ditunda atau diulang.

4. Menambah Biaya dan Waktu Operasional

Kerusakan akibat bird strike dapat menyebabkan biaya tambahan untuk pemeriksaan, perbaikan, atau penggantian komponen.

Selain itu, jika penerbangan terganggu dan data yang dibutuhkan tidak berhasil diperoleh, pekerjaan mungkin perlu dilakukan kembali dan menyebabkan kerugian menjadi lebih besar.

Mengapa Burung Bisa Mendekati Drone?

Burung memiliki perilaku dan respons yang berbeda-beda terhadap benda asing di sekitarnya. Kehadiran drone dapat menarik perhatian burung karena suara baling-baling, bentuk, maupun pergerakannya di udara.

Pada beberapa kondisi, terutama ketika drone berada dekat dengan sarang atau area aktivitas tertentu, burung dapat menunjukkan respons defensif dengan mendekati drone.

Karena itu, operator drone tidak hanya perlu memperhatikan perangkat yang digunakan, tetapi juga memahami kondisi lingkungan tempat drone diterbangkan.

Cara Menghindari Bird Strike pada Drone

Risiko bird strike memang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, operator dapat melakukan beberapa langkah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya benturan dengan burung.

1. Kenali Kondisi Area Sebelum Terbang

Sebelum menerbangkan drone, lakukan pengecekan terhadap lokasi penerbangan.

Perhatikan apakah terdapat aktivitas burung yang tinggi, seperti keberadaan sarang, kelompok burung, atau area yang menjadi habitat tertentu.

Dengan memahami kondisi sekitar, operator dapat menentukan lokasi dan jalur penerbangan yang lebih aman.

2. Perhatikan Waktu Penerbangan

Aktivitas burung dapat berbeda berdasarkan spesies, lokasi, dan waktu. Karena itu, hindari menerbangkan drone ketika aktivitas burung di sekitar area sedang tinggi.

Melakukan observasi terlebih dahulu sebelum penerbangan dapat membantu mengurangi kemungkinan pertemuan yang tidak diinginkan.

3. Terbang dengan Stabil dan Terkontrol

Saat menerbangkan drone, hindari melakukan manuver yang tidak diperlukan, terutama ketika terdapat burung di sekitar area penerbangan.

Jika burung mulai mendekati drone, operator sebaiknya tidak melakukan gerakan ekstrem secara tiba-tiba. Arahkan drone menjauh secara perlahan atau lakukan pendaratan apabila kondisi dianggap tidak aman.

4. Jika Burung Mendekat, Prioritaskan Keselamatan

Ketika burung mulai mendekati drone, operator perlu segera mengambil tindakan untuk mengurangi risiko benturan. Hindari memaksakan penerbangan dan pindahkan drone menuju area yang lebih terbuka agar memiliki ruang gerak yang lebih aman.

Apabila kondisi semakin sulit dikendalikan, fitur Return to Home (RTH) dapat diaktifkan untuk membantu mengembalikan drone ke titik awal penerbangan.

5. Gunakan Peralatan Tambahan untuk Keamanan

Dalam kondisi operasional tertentu, penggunaan perlengkapan pendukung dapat membantu mengurangi risiko bird strike pada drone.

Beberapa peralatan tambahan seperti pelindung baling-baling, sistem deteksi hambatan, sensor pendukung, atau aksesori pengusir burung dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan selama penerbangan.

Kesimpulan

Drone memang memudahkan berbagai pekerjaan di udara, tetapi tetap memiliki risiko dari lingkungan sekitar, termasuk interaksi dengan satwa liar. Bird strike dapat menyebabkan kerusakan komponen, kehilangan kendali, hingga terganggunya operasional apabila tidak diantisipasi.

Karena itu, keselamatan penerbangan drone tidak hanya bergantung pada kemampuan operator, tetapi juga pada pemahaman terhadap lingkungan dan potensi bahaya di sekitar area penerbangan. Dengan persiapan yang tepat, risiko bird strike dapat diminimalkan sehingga drone dapat beroperasi dengan lebih aman dan optimal.


Share Article

Need a solution for your business?

Discuss your needs with our expert team.

Contact Us