Sertifikasi pilot drone bukan hanya tentang mendapatkan pengakuan untuk menerbangkan drone. Lebih dari itu, sertifikasi dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa seorang pilot telah memiliki pengetahuan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan operasional drone profesional.
Terlebih ketika kemampuan menerbangkan drone mulai dibutuhkan dalam pekerjaan seperti pemetaan, pertanian, inspeksi, hingga berbagai pekerjaan industri.
Dalam kondisi tersebut, memiliki sertifikasi dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat kredibilitas dan membuka peluang profesional yang lebih luas.
Lebih dari Sekadar Bisa Menerbangkan Drone
Mengoperasikan drone untuk kebutuhan profesional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengendalikan perangkat.
Pilot juga perlu memahami prosedur penerbangan, kondisi ruang udara, cuaca, keselamatan, manajemen risiko, hingga langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi tidak normal.
ICAO menjelaskan bahwa kompetensi remote pilot perlu disesuaikan dengan tingkat risiko dan kompleksitas operasi. Kompetensi tersebut dapat mencakup pengetahuan UAS, aturan penerbangan, meteorologi, navigasi, komunikasi, human performance, serta prosedur normal dan abnormal.
Dengan demikian, pengalaman menerbangkan drone tetap penting, tetapi kompetensi pilot mencakup aspek yang lebih luas daripada sekadar kemampuan menerbangkan.
Mengapa Sertifikasi Pilot Drone Penting?
1. Menjadi Salah Satu Bukti Kompetensi
Sertifikasi dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki seorang pilot drone. Proses sertifikasi tidak hanya melihat kemampuan mengendalikan drone, tetapi juga pemahaman terhadap aspek dasar operasional penerbangan.
Pengetahuan seperti perencanaan penerbangan, keselamatan, kondisi cuaca, navigasi, serta prosedur operasional menjadi bagian yang penting dalam membangun kompetensi seorang pilot.
Dengan demikian, sertifikasi dapat menjadi salah satu bukti bahwa pilot telah memiliki kompetensi yang dinilai berdasarkan standar tertentu, tanpa berarti sertifikasi menjadi satu-satunya ukuran kemampuan seorang pilot.
2. Meningkatkan Kesadaran terhadap Keselamatan
Keselamatan penerbangan drone tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada bagaimana manusia mengoperasikannya.
Penelitian terbaru mengenai human factors dalam RPAS menunjukkan bahwa kemampuan seperti situational awareness, pengambilan keputusan, pengelolaan beban kerja, dan interaksi manusia dengan sistem tetap menjadi bagian penting dalam operasi drone yang aman.
Karena itu, pelatihan dan sertifikasi dapat membantu pilot memahami aspek keselamatan secara lebih terstruktur.
3. Menambah Kredibilitas di Dunia Kerja
Ketika kemampuan menerbangkan drone digunakan sebagai bagian dari pekerjaan, kredibilitas menjadi salah satu hal yang penting.
Sertifikasi dapat menjadi nilai tambah bagi pilot yang ingin menawarkan keahliannya kepada perusahaan maupun klien, terutama ketika suatu pekerjaan memiliki persyaratan kompetensi tertentu.
Hal ini juga dapat membantu pilot membangun profil profesional yang lebih kuat di tengah berkembangnya kebutuhan tenaga terampil di industri drone.
4. Membantu Memahami Regulasi
Drone beroperasi di ruang udara yang memiliki aturan dan batasan tertentu. Karena itu, memahami regulasi menjadi bagian penting ketika drone digunakan untuk kebutuhan profesional.
Di Indonesia, terdapat ketentuan mengenai pengoperasian sistem pesawat udara tanpa awak, termasuk PM 63 Tahun 2021 tentang PKPS Bagian 107 Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak.
Pemahaman tersebut membantu pilot mengetahui tanggung jawab, batasan, dan persyaratan yang relevan dengan jenis operasi yang akan dilakukan.
5. Membuka Peluang Profesional yang Lebih Luas
Drone kini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemetaan, pertanian, inspeksi, dokumentasi, konstruksi, hingga pekerjaan industri.
Perkembangan tersebut turut menciptakan kebutuhan terhadap pilot yang tidak hanya mampu menerbangkan drone, tetapi juga memahami tuntutan operasional dari pekerjaan yang dijalankan.
Bagi pilot yang ingin mengembangkan kemampuannya menjadi profesi, sertifikasi yang relevan dapat menjadi salah satu bekal untuk meningkatkan daya saing dan memenuhi kualifikasi pada peluang pekerjaan tertentu.
Penting untuk dipahami bahwa memiliki sertifikasi tidak otomatis menjadikan seseorang pilot yang paling kompeten. Begitu pula, pilot yang belum memiliki sertifikasi tidak berarti tidak memiliki kemampuan atau pengalaman menerbangkan drone.
Pengalaman, keterampilan praktik, pengetahuan teknis, kemampuan mengambil keputusan, dan kesadaran keselamatan tetap menjadi bagian penting dari kompetensi seorang pilot.
Sertifikasi lebih tepat dipandang sebagai salah satu bentuk pengakuan kompetensi dan nilai tambah profesional, khususnya bagi mereka yang ingin membawa kemampuan menerbangkan drone ke dunia kerja.
Dengan kompetensi yang terus dikembangkan dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan operasi, pilot dapat lebih siap menghadapi perkembangan industri drone yang semakin luas dan profesional.