The Blog

Blog

Selasa, 16 Juni 2020, Ir. Alexander Ludi, MBA selaku CMO Frogs Indonesia hadir dalam web seminar atau Webinar “Drone For Life : Penggunaan, Hobi, dan Perizinan “ sebagai pembicara mewakili Frogs Indonesia bersama pembicara lainnya, Kolonel PnB R. Agung ‘Sharky’ Sasongkojati selaku Paban II Puanpotdirga Spotdirga / Ketua Drone FASI / Sesbid Sertifikasi & Lambangja PB.FASI, dan Capt. Maddy Yogastoro selaku DGAC inspector.

Seminar berjalan oleh moderator dosen Poltekbang Surabaya, Dr. Setyo Hariyadi, ST., MT diawali dengan sambutan dari Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, yang diwakili oleh Surya Irianta, Kepala Bidang Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, dilanjutkan sambutan dari Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya, Achmad Setiyo Prabowo, MT.

Secara singkat, Alex Ludi menjabarkan dan mengenalkan secara singkat profil Frogs dengan menampilkan beberapa produk unggulan Frogs. Frogs Indonesia pada dasarnya adalah sebuah startup yang terdiri dari beberapa generasi muda yang bergerak dari hobi, passion, yang terus diasah, digabungkan dan terus dikembangkan secara serius dan matang. Melalui banyak diskusi, survey, RnD, hingga implementasi dan evaluasi yang panjang, dalam kurun waktu 3th berhasil menerbangkan Passenger Drone sebagai dorne penumpang pertama di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, beberapa drone frogs memiliki fungsi masing-masing secara spesifik, akan tetapi pada masa seperti yang sedang di alami sekarang, dimana pandemi akibat covid19 ini mewabah di seluruh penjuru dunia, maka produk drone Frogs dapat berperan penting tidak hanya dalam mengatasi masalah global yang di alami di Indonesia seperti kemacetan dan polusi udara, pemetaan wilayah lahan, atau penyemprotan pestisida maupun pupuk di wilayah pertanian. Seperti Passenger Drone yang dalam fungsinya sebagai Air Taxi dapat menjadi transport medical task forces, transport suspectI, bahkan menjadi ambulance yang tentunya akan lebih efektif karena dapat mengurangi kontak langsung dengan pasien selama penjemputan.Surveillance Drone, drone ini akan dapat memonitor temperatur suhu tubuh dan mengontrol pergerakan publik di area lockdown, sedangkan Cargo Drone sesuai fungsinya drone mampu mengirimkan emergency medical maupun barang atau bahan pokok pangan kebutuhan sehari-hari dalam masa pandemi dan karantina dengan resiko kecil tanpa adanya interaksi secara langsung, dan pendistribusian APD untuk pekerja medis. Disisi lain, Sprayer Drone, seperti yang telah kita ketahui beberapa waktu lalu drone ini juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Malioboro, Yogyakarta, dalam rangka pencegahan virus Covid19. Tidak hanya itu, drone ini juga akan mampu memonitoring secara real-time di area padat atau ramai menggunakan thermal camera dengan ketinggian rendah, dan sebagai media penyiaran audio yang sangat mobile untuk mengumumkan dan menyebar kampanye terkait pencegahan Covid19.

Dilanjutkan dengan pembicara selanjutnya, yaitu  Kolonel PnB R. Agung ‘Sharky’ Sasongkojati, menjelaskan tentang peraturan ruang udara di Indonesia. Beliau menjabarkan tentang apa saja wewenang DGCA (Directorate General of Civil Aviation) atau Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang mengatur ruang udara dan pesawat sipil, bagaimana penggunaan yang tepat untuk pesawat berawak maupun tidak, kawasan keselamatan operasi pernerbangan, airspace calssification, jenis-jenis pelanggaran beserta sanksi hingga ketentuan pidana dalam UUD.

Capt. Maddy sebagai pembicara ketiga menjelaskan tentang apa saja dan bagaimana perihal perizinan, UAS (Unmanned Aircraft System ) manajemen dalam DGCA, aturan tentang pengoperasian UAS dan klsifikasinya, tentang ketentuan dan alur untuk sertifikat RPAS (Remotely Piloted Aircraft System) , sertifikat operator, hingga specific operations risk assessment concept yang beliau jelaskan secara detail. 

Seminar ini tidak hanya dihadiri oleh para taruna/i dari Poltekbang Surabaya, namun juga diikuti oleh para dosen dan masyarakat umum yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran secara online tentunya. Seminar berjalan selama kurang lebih 2 jam dengan sesi tanya jawab di akhir sesi seminar dari para peserta yang begitu antusias. Dalam akhir pembahasan tanya jawab yang ditujukan kepada Kolonel Agung, beliau juga memberikan pesan akan pentingnya sistem enkripsi sebagai syarat utama dalam sebuah penerbangan terlebih untuk masa yang akan datang untuk kekebalan sistem anti hacking yang betul-betul aman.

Leave a Comment

Your email address will not be published.